Jumat, 27 Oktober 2017

Kinerja Penanaman Modal di Sumatera Utara semakin PATEN
Oleh : Sirajuddin Gayo, S.T., M.M.
Pada akhir tahun 2016, karena belum optimalnya realisasi belanja pemerintah daerah terkait dengan kebijakan penundaan DAU, menekan kinerja investasi pada triwulan IV Tahun 2016, dari 4,4% (yoy) menjadi 4,1% (yoy). Penurunan kinerja investasi terutama didorong oleh penurunan kinerja investasi bangunan, sementara kinerja investasi non bangunan justru relatif stabil.  Penurunan kinerja investasi bangunan ditengarai lebih disebabkan oleh belum optimalnya realisasi investasi pemerintah daerah sementara kinerja investasi swasta masih cukup baik. Hal tersebut tercermin dari penyaluran kredit investasi dari perbankan kepada sektor pemerintah yang turun secara signifikan dari 13,0% (yoy) pada triwulan lalu menjadi -0,8% (yoy) pada triwulan IV tahun 2016. Meskipun demikian, masih terus berjalannya proyek infrastruktur strategis nasional dan persepsi pemerintah yang tetap memprioritaskan investasi strategis serta peran aktif Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong investasi swasta yang terus tumbuh dengan baik, mampu menahan laju penurunan kinerja investasi, bahkan diperkirakan mampu menopang kegiatan investasi ke depan. Hal tersebut terlihat pada perkembangan terkini di triwulan II Tahun 2017, dimana  kinerja investasi mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Investasi pada triwulan II tahun 2017 tumbuh sebesar 4,5% (yoy) meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,0% (yoy). Perbaikan kinerja investasi tersebut didukung oleh kinerja investasi bangunan dan non bangunan yang meningkat masing-masing menjadi 5,1% (yoy) dan 2,0% (yoy) dari 4,5% (yoy) dan 1,7% (yoy) di triwulan I Tahun 2017. Peningkatan investasi bangunan didorong oleh mulai menggeliatnya belanja modal pemerintah meskipun masih belum cukup optimal. Sementara itu, peningkatan investasi non bangunan ditopang oleh penjualan mesin dan perlengkapan, serta parts kendaraan untuk angkutan perkebunan yang meningkat merespon peningkatan produksi perkebunan.
Peningkatan kinerja investasi tersebut juga tercermin dari kredit investasi yang tumbuh relatif cukup tinggi. Trend kredit investasi di Sumatera Utara dapat dilihat pada grafik berikut :
Sumber : Bank Indonesia, KEKR Prov. Sumut, Agt-2017
 
Grafik  III.1 : Trend Kredit Investasi di Sumatera Utara
Meskipun menurun dibandingkan triwulan I 2017 yang mencapai 19,5% (yoy), kredit investasi di triwulan II 2017 yang tumbuh sebesar 15,2% (yoy) masih cukup tinggi dibandingkan rata-ratanya selama 5 tahun terakhir yang mencapai 7,9% (yoy). Tingginya pertumbuhan kredit tersebut seiring dengan peningkatan kebutuhan sektor swasta untuk meningkatkan kinerja produksi perkebunan merespons peningkatan peningkatan ekspor hasil perkebunan.
Pada akhir Tahun 2016, terjadi kontraksi penyaluran kredit investasi pada sektor pemerintah terutama terjadi pada pemerintah daerah serta BUMN. Hampir rampungnya pendanaan pembangunan Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung yang direncanakan selesai pada tahun 2017 juga turut mendorong kontraksinya penyaluran kredit investasi pada BUMN. Dengan demikian, penyaluran kredit investasi turut melambat dari 11,6% (yoy) menjadi 7,8% (yoy). Penurunan investasi kontruksi juga terlihat dari menurunnya penjualan barang konstruksi, dapat dilihat pada grafik berikut :
Sumber : Bank Indonesia, KEKR Prov. Sumut, Feb-2017
 
 







        Grafik  III.2 : Trend Penjualan Barang Konstruksi di SUMUT
Meskipun demikian, masih baiknya penyaluran kredit pada sektor swasta mampu menahan penurunan kinerja investasi lebih lanjut. Hal tersebut tercermin dari indeks pembelian barang tahan lama yang meningkat pada triwulan IV Tahun Tahun 2016. Dan trend pertumbuhan tersebut secara terus menerus meningkat pada Tahun 2017, trendnya sebagai berikut :
 









Grafik  III.3 : Trend Pemberlian Barang Tahan Lama
Peningkatan kinerja investasi bangunan tercermin dari peningkatan penjualan semen di Triwulan II 2017. Penjualan semen mengalami pertumbuhan sebesar 1,7% (yoy) dari sebelumnya kontraksi sebesar -11,8% (yoy). Ditambah dengan mulai terealisasinya belanja modal pemerintah semakin mendorong peningkatan kinerja investasi bangunan meningkat di triwulan II 2017. Trend penjualan semen sampai dengan triwulan II Tahun 2017 sebagai berikut :
Sumber : Bank Indonesia, KEKR Prov. Sumut, Agt-2017
 

Grafik  III.4 : Trend Penjualan Semen di Sumatera Utara
     
Masih tingginya penjualan semen serta indeks penjualan barang konstruksi pada akhir Tahun 2016, mampu menahan penurunan kinerja investasi bangunan lebih lanjut. Indeks Penjualan Barang Konstruksi membaik dari 1,0% (yoy) menjadi 4,8% (yoy). Begitu juga dengan penjualan semen yang membaik dari 77,8% (yoy) menjadi 159,1,0% (yoy). Berakhirnya pembukuan tahun anggaran 2016 menyebabkan kinerja investasi bangunan masih cukup gemilang pada triwulan IV Tahun 2016. Menurunnya kinerja investasi bangunan masih mampu diimbangi dengan stabilnya investasi non bangunan sehingga mampu menahan penurunan kinerja investasi lebih lanjut. Pulihnya harga komoditas juga mendorong tingginya aktivitas industri di Sumatera Utara sehingga mendorong tingginya kebutuhan akan barang modal. Hal tersebut tercermin dari volume impor barang modal yang membaik secara signifikan dari 21,8% (yoy) menjadi 191,1% (yoy).
Sementara itu, salah satu faktor yang mendorong perbaikan kinerja investasi non bangunan adalah perbaikan sektor eksternal. Perbaikan kinerja perekonomian negara mitra dagang utama dan masih tingginya level harga komoditas menjadi pendorong investasi yang tercermin pada volume impor barang modal yang membaik secara signifikan dari kontraksi -17,8% (yoy) menjadi 228% (yoy). Hal tersebut juga turut terkonfirmasi dari hasil liaison kepada pelaku usaha di sektor industri pengolahan yang menyatakan adanya aktivitas investasi terkait dengan peningkatan kapasitas produksi seperti pembangunan galangan kapal, pembangunan pabrik pengolahan biodiesel, oleo chemical maupun kernell pressing plant serta pemeliharaan mesin. Trend pertumbuhan import barang modal yang tumbuh dengan baik menunjukan kinerja investasi yang terus membaik. Trend import barang modal tersebut sebagai berikut :
Sumber : Bank Indonesia, KEKR Prov. Sumut, Agt-2017
 
 









Grafik  III.5 : Import Barang Modal di Sumatera Utara
Optimisme pelaku usaha terhadap kinerja pasar domestik masih cukup, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan reformasi struktural, dapat tercipta perbaikan ekonomi domestik yang berkelanjutan. Optimisme perbaikan ekonomi dan berlanjutnya perbaikan iklim investasi mendorong pulihnya tingkat kepercayaan investor untuk terus berinvestasi di wilayah Sumatera Utara.
Nilai investasi PMA pada triwulan II 2017 meningkat dari USD195,3 juta di triwulan sebelumnya menjadi USD397,3 juta. Peningkatan PMA tersebut didominasi oleh industri pengolahan terutama industri makanan seiring dengan peningkatan kinerja industri pengolahan dan sektor Industri Listrik, Gas dan Air seiring dengan rencana PLN untuk pembangunan beberapa pembangkit listrik di awal tahun 2017.  Sementara itu, nilai investasi PMDN pada triwulan II 2017 mencapai Rp1.440,3 miliar menurun dari realisasi pada triwulan sebelumnya yang hanya mencapai Rp4.311,2 miliar. Penurunan PMDN terutama terjadi pada kategori industri pengolahan (97% terhadap total PMDN). Hal tersebut berkenaan dengan investasi pada sektor tersebut telah direalisasikan pada awal tahun dan pada saat ini terkonsentrasi pada investasi PMA. Secara detail dapat dilihat pada tabel berikut :
       Tabel III.1 :   Realisasi PMA dan PMDN
di Sumatera Utara
 













Dari Tabel III.1, terlihat bahwa realisasi PMDN di Sumatera Utara pada triwulan IV tahun 2016 meningkat tajam. Nilai investasi PMDN pada triwulan IV tahun 2016 mencapai Rp2.685,2 miliar, meningkat dari realisasi pada triwulan sebelumnya yang hanya mencapai Rp1.129,5 miliar. Peningkatan PMDN terutama terjadi pada kategori pengadaan listrik, gas dan air bersih yang meningkat dari Rp 4,1 milyar menjadi Rp1,9 triliun. Hal tersebut terkait dengan komitmen pemerintah untuk memenuhi pasokan listrik melalui program listrik 35.000 MW. Sesuai dengan polanya kegiatan investasi pada triwulan III 2017 diperkirakan akan kembali meningkat. Peningkatan belanja pemerintah seiring dengan selesainya proses pengadaan diharapkan juga mampu mendorong perbaikan iklim investasi di Sumatera Utara. Selain itu, investasi pada kategori industri logam dasar turut meningkat. Iklim investasi yang kondusif serta tingginya atensi pemerintah untuk menyempurnakan kualitas infrastruktur perhubungan diperkirakan mampu mendorong daya tarik investor terutama sejalan dengan Tol Trans Sumatera dan Pelabuhan Kuala Tanjung yang diperkirakan selesai pada 2017 mendatang.
Optimisme investor domestik juga turut ditunjang oleh tingginya kepercayaan investor asing dalam menyalurkan investasinya di Sumatera Utara. Penyaluran PMA pada triwulan IV Tahun 2016 mencapai USD 393,5. Peningkatan realisasi PMA terutama terjadi pada sektor industri kimia dasar serta sektor tanaman pangan dan perkebunan. Kembali membaiknya harga komoditas mampu memulihkan kepercayaan investor untuk kembali menanamkan modalnya pada sektor ini. Secara keseluruhan, kinerja Penanaman Modal di Sumatera Utara meningkat secara signifikan dari 3,9% (yoy) menjadi 4,8% (yoy). Perbaikan kinerja investasi didorong oleh perbaikan kinerja investasi pemerintah maupun swasta.
Komitmen pemerintah yang tinggi dalam memprioritaskan program infrastruktur strategis mendorong tingginya realisasi investasi sampai pada triwulan ke II Tahun 2017. Pembangunan proyek infrastruktur strategis di Sumatera Utara masih tercatat on track tanpa diwarnai hambatan yang signifikan. Realisasi proyek infrastruktur yang tepat waktu menciptakan persepsi positif akan iklim investasi di Sumatera Utara. Beberapa paket kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah sepanjang tahun 2015-2016 juga semakin mendorong persepsi positif terhadap investor. Hal tersebut juga diakomodasi oleh reformasi birokrasi yang terus diupayakan oleh pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Jakarta, @marcopolohotel #28102017


Tidak ada komentar: