Kinerja Penanaman
Modal di Sumatera Utara semakin PATEN
Oleh :
Sirajuddin Gayo, S.T., M.M.
Pada akhir tahun 2016, karena belum
optimalnya realisasi belanja pemerintah daerah terkait dengan kebijakan
penundaan DAU, menekan kinerja investasi pada triwulan IV Tahun 2016, dari 4,4%
(yoy) menjadi 4,1% (yoy). Penurunan kinerja investasi terutama didorong oleh
penurunan kinerja investasi bangunan, sementara kinerja investasi non bangunan
justru relatif stabil. Penurunan kinerja
investasi bangunan ditengarai lebih disebabkan oleh belum optimalnya realisasi
investasi pemerintah daerah sementara kinerja investasi swasta masih cukup
baik. Hal tersebut tercermin dari penyaluran kredit investasi dari perbankan
kepada sektor pemerintah yang turun secara signifikan dari 13,0% (yoy) pada
triwulan lalu menjadi -0,8% (yoy) pada triwulan IV tahun 2016. Meskipun
demikian, masih terus berjalannya proyek infrastruktur strategis nasional dan
persepsi pemerintah yang tetap memprioritaskan investasi strategis serta peran
aktif Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong investasi swasta yang terus tumbuh
dengan baik, mampu menahan laju penurunan kinerja investasi, bahkan diperkirakan
mampu menopang kegiatan investasi ke depan. Hal tersebut terlihat pada
perkembangan terkini di triwulan II Tahun 2017, dimana kinerja investasi mengalami peningkatan
dibandingkan triwulan sebelumnya. Investasi pada triwulan II tahun 2017 tumbuh
sebesar 4,5% (yoy) meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,0%
(yoy). Perbaikan kinerja investasi tersebut didukung oleh kinerja investasi
bangunan dan non bangunan yang meningkat masing-masing menjadi 5,1% (yoy) dan
2,0% (yoy) dari 4,5% (yoy) dan 1,7% (yoy) di triwulan I Tahun 2017. Peningkatan
investasi bangunan didorong oleh mulai menggeliatnya belanja modal
pemerintah meskipun masih belum cukup optimal. Sementara itu, peningkatan
investasi non bangunan ditopang oleh penjualan mesin dan perlengkapan, serta parts
kendaraan untuk angkutan perkebunan yang meningkat merespon peningkatan
produksi perkebunan.
Peningkatan kinerja investasi
tersebut juga tercermin dari kredit investasi yang tumbuh relatif cukup tinggi.
Trend kredit investasi di Sumatera Utara dapat dilihat pada grafik berikut :
|

Grafik III.1 : Trend Kredit Investasi di Sumatera
Utara
Meskipun menurun dibandingkan
triwulan I 2017 yang mencapai 19,5% (yoy), kredit investasi di triwulan II 2017
yang tumbuh sebesar 15,2% (yoy) masih cukup tinggi dibandingkan rata-ratanya
selama 5 tahun terakhir yang mencapai 7,9% (yoy). Tingginya pertumbuhan kredit
tersebut seiring dengan peningkatan kebutuhan sektor swasta untuk meningkatkan
kinerja produksi perkebunan merespons peningkatan peningkatan ekspor hasil
perkebunan.
Pada akhir Tahun
2016, terjadi kontraksi penyaluran kredit investasi pada sektor pemerintah
terutama terjadi pada pemerintah daerah serta BUMN. Hampir rampungnya pendanaan
pembangunan Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung yang direncanakan
selesai pada tahun 2017 juga turut mendorong kontraksinya penyaluran kredit
investasi pada BUMN. Dengan demikian, penyaluran kredit investasi turut
melambat dari 11,6% (yoy) menjadi 7,8% (yoy). Penurunan investasi kontruksi
juga terlihat dari menurunnya penjualan barang konstruksi, dapat dilihat pada
grafik berikut :![]() |
||||
|
||||
Grafik III.2 : Trend Penjualan Barang Konstruksi di
SUMUT
Meskipun demikian,
masih baiknya penyaluran kredit pada sektor swasta mampu menahan penurunan
kinerja investasi lebih lanjut. Hal tersebut tercermin dari indeks pembelian
barang tahan lama yang meningkat pada triwulan IV Tahun Tahun 2016. Dan trend
pertumbuhan tersebut secara terus menerus meningkat pada Tahun 2017, trendnya
sebagai berikut :
![]() |
Grafik III.3 : Trend Pemberlian Barang Tahan
Lama
Peningkatan kinerja
investasi bangunan tercermin dari peningkatan penjualan semen di Triwulan II
2017. Penjualan semen mengalami pertumbuhan sebesar 1,7% (yoy) dari sebelumnya
kontraksi sebesar -11,8% (yoy). Ditambah dengan mulai terealisasinya belanja
modal pemerintah semakin mendorong peningkatan kinerja investasi bangunan
meningkat di triwulan II 2017. Trend penjualan semen sampai dengan triwulan II
Tahun 2017 sebagai berikut :
|

Grafik
III.4 : Trend
Penjualan Semen di Sumatera Utara
Masih tingginya
penjualan semen serta indeks penjualan barang konstruksi pada akhir Tahun 2016,
mampu menahan penurunan kinerja investasi bangunan lebih lanjut. Indeks
Penjualan Barang Konstruksi membaik dari 1,0% (yoy) menjadi 4,8% (yoy). Begitu
juga dengan penjualan semen yang membaik dari 77,8% (yoy) menjadi 159,1,0%
(yoy). Berakhirnya pembukuan tahun anggaran 2016 menyebabkan kinerja investasi
bangunan masih cukup gemilang pada triwulan IV Tahun 2016. Menurunnya kinerja
investasi bangunan masih mampu diimbangi dengan stabilnya investasi non bangunan
sehingga mampu menahan penurunan kinerja investasi lebih lanjut. Pulihnya harga
komoditas juga mendorong tingginya aktivitas industri di Sumatera Utara
sehingga mendorong tingginya kebutuhan akan barang modal. Hal tersebut
tercermin dari volume impor barang modal yang membaik secara signifikan dari
21,8% (yoy) menjadi 191,1% (yoy).
Sementara itu, salah
satu faktor yang mendorong perbaikan kinerja investasi non bangunan adalah
perbaikan sektor eksternal. Perbaikan kinerja perekonomian negara mitra dagang
utama dan masih tingginya level harga komoditas menjadi pendorong investasi
yang tercermin pada volume impor barang modal yang membaik secara signifikan
dari kontraksi -17,8% (yoy) menjadi 228% (yoy). Hal tersebut juga turut
terkonfirmasi dari hasil liaison kepada pelaku usaha di sektor industri
pengolahan yang menyatakan adanya aktivitas investasi terkait dengan
peningkatan kapasitas produksi seperti pembangunan galangan kapal, pembangunan
pabrik pengolahan biodiesel, oleo chemical maupun kernell pressing
plant serta pemeliharaan mesin. Trend pertumbuhan import barang modal yang
tumbuh dengan baik menunjukan kinerja investasi yang terus membaik. Trend
import barang modal tersebut sebagai berikut :
![]() |
||||
|
||||
Grafik
III.5 : Import
Barang Modal di Sumatera Utara
Optimisme pelaku
usaha terhadap kinerja pasar domestik masih cukup, dengan dukungan
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk terus menciptakan iklim investasi yang
kondusif melalui percepatan reformasi struktural, dapat tercipta perbaikan
ekonomi domestik yang berkelanjutan. Optimisme perbaikan ekonomi dan
berlanjutnya perbaikan iklim investasi mendorong pulihnya tingkat kepercayaan
investor untuk terus berinvestasi di wilayah Sumatera Utara.
Nilai investasi PMA pada triwulan II
2017 meningkat dari USD195,3 juta di triwulan sebelumnya menjadi USD397,3 juta.
Peningkatan PMA tersebut didominasi oleh industri pengolahan terutama industri
makanan seiring dengan peningkatan kinerja industri pengolahan dan sektor
Industri Listrik, Gas dan Air seiring dengan rencana PLN untuk pembangunan
beberapa pembangkit listrik di awal tahun 2017. Sementara itu, nilai investasi PMDN pada triwulan
II 2017 mencapai Rp1.440,3 miliar menurun dari realisasi pada triwulan
sebelumnya yang hanya mencapai Rp4.311,2 miliar. Penurunan PMDN terutama
terjadi pada kategori industri pengolahan (97% terhadap total PMDN). Hal
tersebut berkenaan dengan investasi pada sektor tersebut telah direalisasikan
pada awal tahun dan pada saat ini terkonsentrasi pada investasi PMA. Secara
detail dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel
III.1 : Realisasi PMA dan PMDN
di Sumatera Utara
![]() |
Dari Tabel III.1, terlihat bahwa realisasi
PMDN di Sumatera Utara pada triwulan IV tahun 2016 meningkat tajam. Nilai
investasi PMDN pada triwulan IV tahun 2016 mencapai Rp2.685,2 miliar, meningkat
dari realisasi pada triwulan sebelumnya yang hanya mencapai Rp1.129,5 miliar.
Peningkatan PMDN terutama terjadi pada kategori pengadaan listrik, gas dan air
bersih yang meningkat dari Rp 4,1 milyar menjadi Rp1,9 triliun. Hal tersebut
terkait dengan komitmen pemerintah untuk memenuhi pasokan listrik melalui
program listrik 35.000 MW. Sesuai dengan polanya kegiatan
investasi pada triwulan III 2017 diperkirakan akan kembali meningkat.
Peningkatan belanja pemerintah seiring dengan selesainya proses pengadaan
diharapkan juga mampu mendorong perbaikan iklim investasi di Sumatera Utara. Selain itu,
investasi pada kategori industri logam dasar turut meningkat. Iklim investasi
yang kondusif serta tingginya atensi pemerintah untuk menyempurnakan kualitas
infrastruktur perhubungan diperkirakan mampu mendorong daya tarik investor
terutama sejalan dengan Tol Trans Sumatera dan Pelabuhan Kuala Tanjung yang
diperkirakan selesai pada 2017 mendatang.
Optimisme investor domestik juga
turut ditunjang oleh tingginya kepercayaan investor asing dalam menyalurkan
investasinya di Sumatera Utara. Penyaluran PMA pada
triwulan IV Tahun 2016 mencapai USD 393,5. Peningkatan realisasi PMA terutama
terjadi pada sektor industri kimia dasar serta sektor tanaman pangan dan
perkebunan. Kembali membaiknya harga komoditas mampu memulihkan kepercayaan
investor untuk kembali menanamkan modalnya pada sektor ini. Secara
keseluruhan, kinerja Penanaman Modal di Sumatera Utara meningkat secara
signifikan dari 3,9% (yoy) menjadi 4,8% (yoy). Perbaikan kinerja investasi
didorong oleh perbaikan kinerja investasi pemerintah maupun swasta.
Komitmen pemerintah yang tinggi dalam
memprioritaskan program infrastruktur strategis mendorong tingginya realisasi
investasi sampai pada triwulan ke II Tahun 2017. Pembangunan proyek
infrastruktur strategis di Sumatera Utara masih tercatat on track tanpa
diwarnai hambatan yang signifikan. Realisasi proyek infrastruktur yang tepat
waktu menciptakan persepsi positif akan iklim investasi di Sumatera Utara.
Beberapa paket kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah sepanjang tahun
2015-2016 juga semakin mendorong persepsi positif terhadap investor. Hal
tersebut juga diakomodasi oleh reformasi birokrasi yang terus diupayakan oleh
pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Jakarta, @marcopolohotel #28102017





Tidak ada komentar:
Posting Komentar